Dinas Pendidikan Kota Pontianak - News: PEMKOT TARGETKAN 30 SMPN DI PONTIANAK
1.png
Persiapan Pelaksanaan PPG dalam ... 191
Upacara Hari Pramuka 326
Undangan Peserta Karang Pamitra ... 400
Juknis PPDB 2019 347
Undangan Peserta KTI Tahun 2019 646
2019 Informasi PPDB 590
2019 Brosur PPDB 509
2019 Formulir PPDB SMP 600
Pedoman Penetapan Peserta Sertif... 37290
PPDB 2014 Informasi SMA 19202
PPDB 2014 Informasi SMP 19032
Panduan Pengelolaan Data GTK dan... 17244
PPDB 2014 Juknis 16937
Verifikasi Data Guru Calon Peser... 16336
Instrumen Akreditasi PAUDNI 2014 16163
Juklak FLS2N 2016 jenjang dikdas 15655
ppdb 2015 Alur Pendaftaran 15112
Instrumen Pengajuan NIPTK 14278
Navigation
Organisasi
- STRUKTUR ORGANISASI
- VISI DAN MISI
- RENSTRA 2015-2019
- MOTTO
- 5 S
- BUDAYA KERJA
- CARA PENGADUAN
- PENGADUAN MASYARAKAT
- KODE ETIK PEGAWAI
- KONTAK BIDANG
PPDB Sistem Online 2019





Form SchoolMap 2018





Mekanisme Pengajuan NPSN NISN dan NUPTK











Last Seen Users
10.09.19
ramadhan
1 minggu
offline
10.09.19
Dany
1 minggu
offline
16.08.19
AhmadSa...
4 minggu
offline
06.08.19
rahmansyah
6 minggu
offline
01.08.19
nazaruddin
6 minggu
offline
26.06.19
Rahmad
12 minggu
offline
27.05.19
dardiri
16 minggu
offline
21.11.18
zulfikar
43 minggu
offline
14.09.18
adinata
52 minggu
offline
12.07.18
AbdulMuis
61 minggu
offline
PEMKOT TARGETKAN 30 SMPN DI PONTIANAK

Sarana dan prasarana pendidikan menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Setelah meresmikan Gedung SMAN 1 pekan lalu, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji kembali meresmikan empat gedung sekolah yakni SMPN 10, SMPN 11, SMPN 24 dan SMAN 3. Seremonial peresmian keempat gedung sekolah tersebut digelar di SMPN 10 Jalan WR Supratman, Sabtu (12/3).

Menurut Sutarmidji, ke depan pihaknya tidak lagi menyediakan anggaran untuk pembangunan SMAN/SMKN disebabkan kedua tingkat sekolah itu akan beralih menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalbar. Namun demikian, Pemkot akan terus membangun SMPN baru hingga mencapai jumlah 30 SMPN. Selain itu, beberapa gedung sekolah SMPN akan ditingkatkan jumlah kapasitas muridnya sehingga tidak ada alasan lagi anak-anak Pontianak yang putus sekolah atau tidak tamat SMP. “Insya Allah sebelum masa jabatan saya berakhir nanti, Kota Pontianak sudah ada 30 SMP Negeri,” ujarnya. Tahun ini, Pemkot sudah cukup banyak menyelesaikan pembangunan sekolah-sekolah. Revitalisasi gedung juga cukup banyak diantaranya SMAN 1, SMAN 3 dan SMPN 10. Dua SMPN yang juga sudah diresmikan tahun ini yakni SMPN 25 dan SMPN 26. Dua SMPN yang sedang dibangun yakni SMPN 27 dan SMPN 28, ditargetkan tahun depan selesai pembangunannya. “Yang tengah dikerjakan pembangunannya adalah SMPN 13 di Jalan Tebu dengan anggaran Rp 33 miliar. Tahun ini ditargetkan selesai pada bulan Juli,” kata Midji.

Ia berharap dengan semakin baiknya sarana dan prasarana pendidikan di Kota Pontianak, diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan. Sebab, Pontianak tidak memiliki Sumber Daya Alam (SDA), melainkan hanya Sumber Daya Manusia (SDM). SDM itu harus memiliki keunggulan supaya mampu bersaing dengan daerah lainnya. Keunggulan itu berupa kualitas SDM yang mantap.

Terkait kualitas pendidikan, Sutarmidji menilai, persentase kelulusan tidak lagi dikaitkan dengan jumlah siswa yang berhasil lulus, tetapi lebih pada peningkatan rata-rata nilai yang diraih siswa dari tahun ke tahun. “Kita tidak lagi bicara kuantitas. Kalau persentase kelulusan, mau meluluskan seratus persen pun bisa saja. Tapi yang terpenting adalah kualitas dari siswa itu sendiri,” tegasnya.

Pemkot Pontianak terus berupaya agar tidak ada anak yang putus sekolah. Bahkan Pemkot berencana menjalin kerja sama dengan pihak swasta atau Yayasan Mujahidin untuk membangun SMA khusus bagi siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. Dalam hal ini, Pemkot yang akan membangun gedungnya, sedangkan biaya operasional sekolah berasal dari Badan Amil Zakat (BAZ). Namun pihaknya masih mengkaji dan akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan BPK dan BPKP. “Kalau misalnya ada anak kurang mampu tidak bisa masuk sekolah negeri, mereka bisa meneruskan pendidikannya di sekolah itu. Untuk kualitasnya akan kita jaga betul,” pungkasnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Syahdan Lazis, menjelaskan, dana pembangunan Gedung SMPN 10, SMPN 11, SMPN 24 dan SMAN 3 bersumber dari APBD Kota Pontianak. Anggaran masing-masing gedung, SMPN 10 menelan anggaran sebesar Rp 5,5 miliar lebih tahun anggaran 2014 dan 2015, SMPN 11 senilai Rp 7 miliar lebih tahun anggaran 2015, SMPN 24 Rp 6,7 miliar untuk tahun anggaran 2013, 2014 dan 2015, SMAN 3 menelan anggaran senilai Rp 9 miliar untuk tahun anggaran 2014 dan 2015. “Kita berharap dengan semakin baiknya sarana dan prasarana pendidikan ini, para guru dan siswa di sekolah ikut menjaga dan merawat sekolahnya masing-masing,” tuturnya. (jim)

Sumber www.pontianakkota.go.id

· ramadhan on March 13 2016 · In Berita · 0 Comments · 4205 Reads ·Print
Comments
No Comments have been Posted.
Post Comment
Please Login to Post a Comment.
Ratings
Rating is available to Members only.

Please login or register to vote.

No Ratings have been Posted.
SOP
- PELAYANAN TAMU
- SURAT MASUK
- SURAT KELUAR
- KENAIKAN PANGKAT
- KENAIKAN GAJI BERKALA
- USULAN IZIN/TUGAS BELAJAR
- PENGURUSAN CUTI PNS
- FORMASI DAN BAZEETING PNS
- PELAYANAN PENERBITAN SPT
- PENGUSULAN DIKLAT
- PENGUSULAN SATYA LENCANA
- PENGUSULAN PNS TELADAN
- HUKUMAN DISIPLIN PNS
- MUTASI PNS APS
- MUTASI PNS NON APS
- STATUS CPNS KE PNS
- MUTASI SISWA MASUK
- MUTASI SISWA KELUAR
- LEGALISIR IJAZAH
- IZIN OPERASIONAL SD/SMP
- PERIJINAN LEMBAGA PNFI
Services OnClick




UNIT LAYANAN





BIDANG PNFI



INTRANET










IP Anda
IP